"Ngapain kamu di sini?" Mariana menatap putri Clarissa marah. Pandangah matanya menghunus tajam penuh permusuhan. Rasa sakit hatinya akibat pengianatan yang mantan sahabatnya ini masih segar membekas jelas diingatannya. Putri Clarissa juga sama terkejutnya. Dia melihat bergantian anak laki-laki yang menolongnya dengan Mariana. Setahu dia Mariana adalah yatim piatu, tapi kenapa bisa mempunyai seorang adik? "Kamu yang ngapain di sini? Siapa dia?" Putri Clarissa menunjuk Burgo yang memandang polos perseturuan antara dirinya dan Mariana. Kurang lebih Burgo mengerti kalau diantara kakak yang ditolongnya dengan kakaknya ini sudah saling kenal jauh hari sebelum sekarang. "Burgo, kamu masuk ke dalam dulu!" Mariana menatap adiknya. Dia tidak bisa terus meladeni putri Clarissa bila disaksikan

