Rodiya terisak, merasa bersalah pada kekasihnya. "Maaf saya Jured. Waktu kamu melarang saya dulu bekerja di istana bangsa vampir, saya tetap bekerja di sana karena butuh biaya untuk ibuku yang sakit-sakitan." Jured menatap kekasihnya itu rumit, "tapi saya selalu kasih uang buat kamu membawa ibumu berobat?" Tangisan Rodiya semakin kencang, "uang yang kamu kasih selalu dirampas kembali oleh ibumu. Dia mengatakan saya dan ibu hanyal beban bagimu, jadi saya hanya bisa melerakan uang itu. Saat ada tawaran menjadi pelayan di isatana bangsa vampir dengan gaji yang dapat mencukupi kebutuhan ibu, saya tidak dapat menolaknya. Jured, maafkan saya." Jured hanya dapat diam terpaku saat mendengar penjelasan kekasihnya barusan. Jadi selama ini ibunya selalu mengambil uang yang dia berikan untuk Rodiya

