Bab 53. Rencana murahan

1002 Kata

Rodiya menunduk memasang wajah takut. Badannya bergetar dengan tangan yang saling meremas gelisah. Takut-takut dia mulai angkat bicara, "a-ampun Yang Mulia Raja. Kalau ada salah, tolong ampuni hamba!" "Rainer," Iloya memanggil. Dia berjalan mendekati Rainer. "Kenapa kamu bicara seperti itu? Memangnya Rodiya ini ada melakukan kekasalahan?" Rainer melirik kecil Iloya, kemudian kembali menoleh pada Raodiya. Seringaian nampak hadir pada salah satu sudut bibirnya yang malah menambah kesan seksi. Iloya bahkan sudah mendesah kasar, merasa lelah pada hatinya yang selalu terpesona pada bentuk apapun senyum milik Rainer. "Sebutkan kesalahan yang kamu punya!" Rainer menaikakan satu alisnya, mematap Rodiya dengan pandangan merendahkan. Rodiya semakin mengkerut takut. Keringat dingin semakin banyak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN