Iloya mengibaskan tangannya. Merasa pikirannya barusan sedikit kacau. Dia berhalusinasi, sangat yakin. Mana mungkin dunia halu yang dia masuki orangnya bisa keluar mengikuti dia sampai kedunianya yang asli. Iloya kembali menggoes sepeda miliknya menjauh dari halaman luas milik orang kaya yang baru saja membeli ikan cupangnya. Cukup beruntung karena masih pagi sudah mendapatkan uang 100 ribu. Dengan hati gembira dia kembali berteriak menawarkan ikan cupang miliknya. Sedangkan dalam rumah tiga tingkat yang baru Iloya tinggalkan. Di lantai dua, seseorang memandang kepergian Iloya dengan pandangan lekat sampai menghilang ditelan belokan. Satu tangannya ada dalam saku celana, sedangkan tangan lainnya mencengkram kuat pembatas balkon. "Kak Arya , ini ikan cupangnya." Dia menoleh, menunduk

