Putri Clarissa menyeringai sambil melipat tangan di depan d**a. "Clarissa Ronald anak dari Duke Peter Ronald yang kamu bantai keluarganya 12 tahun lalu." Raja William melebarkan matanya. Setelah meludahkan darah yang ada di mulutnya, raja William kembali menatap putri Clarissa. "tak kusangka ternyata masih ada yang tersisa dari keluarga itu. Nampaknya orang suruhan saya waktu itu melewatkan seseorang. HAHAHA," raja William tertawa keras. Dia tidak akan memperlihatkan kelemahannya di depan anak musuh bebuyutannya. Putri Clarissa menurunkan tangannya. Dia menatap raja William dengan satu alis terangkat. "Ya, saya harap kamu mati lebih mengenaskan dari cara kamu membantai keluarga saya." Putri Clarissa terkekeh, "apa kamu menikmati rasa sakit yang menggerogotimu dari dalam?" Raja William

