Bab 28. Raweyan sang pembantai

1139 Kata

Iloya sibuk melihat ke belakang membuat Rainer menghentikan pacuan lari kudanya. Tanpa pikir panjang Iloya meloncat turun dan membungkukan badannya mencari gelang itu. Saat dia ingin menelusuri kembali jalan yang tadi dia lalui, pundaknya sudah lebih dulu ditahan Rainer. "Dengar! Saat ini keselamatanmu lebih penting dari gelang itu, ayo kita naik kembali! Gelang kecil seperti itu bisa saya ganti dengan yang lebih besar dan banyak. Untuk apa kamu mencarinya lagi?" "Tapi gelang itu hadiah dari orang-orang suku pedalaman hutan." Iloya menatap Rainer dengan putus asa. Sayang sekali kalau harus hilang begitu saja, padahal tadi Iloya sudah bahagia luar biasa karena mendapat barang yang berkilou. "Kalung di lehermu kalau dijual lebih dari 10× lipat harga gelang tadi, jadi jangan membuang wak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN