Iloya kembali berdiri. Dia menepis kasar tangan Rainer di pundaknya hingga membuat Rainer mendelik sinis. Saat ini dia tidak peduli kalau Rainer nanti akan memarahinya, yang terpenting harga dirinya dapat terselamatkan di depan orang-orang di depannya. Iloya merapikan bajunya sedikit, kemudian menatap orang-orang di depannya sambil menampilkan senyuman manis. "Kalian tenang saja! Saya tidak apa-apa, hanya kaki ini terkilir sedikit." "Apa kaki Yang Mulia Ratu tidak apa-apa?" Sang kepala suku bertanya khawatir. Rainer melirik kecil Iloya, "tidak apa-apa. Sekarang kami berangkat. Jangan lupa kamu melakukan penjagaan di sekitar wilayah sini!" "Ba-baik Yang Mulia Raja. Perintahmu akan saya ingat selalu." Sang kepala suku membungkuk hormat. Rainer berlalu diikuti Iloya. Iloya sedikit menun

