Putri Clarissa tidak akan pernah melupakan kejadian 12 tahun lalu. Di usianya yang masih belia dia sudah kehilangan kehormatannya. Dia memang membenci ayah angkatnya sampai sekarang, tapi kebencian itu tidak lebih besar dari rasa bencinya pada raja William de Atlantaka yang telah membantai habis keluarganya. Kalau bukan karena raja William de Atlantaka yang menghabisi keluarganya, putri Clarissa tidak akan terluntang-lantung di jalan dan bertemu dengan Baron Karogue Varions. Dia sudah berjalan sejauh ini dan tidak boleh gagal. Mariana hanyalah gangguan kecil, tidak akan membuat dia merasa berkecil hati hanya dengan kehadirannya sekarang. Dia masih seoptimis sebelumnya karena yakin sebentar lagi akan mendapatkan informasi mengenai sang pemilik darah istimewa untuk memancing raja William

