Raffa tertegun untuk sejenak. Menangkup kan kedua tangannya pada wajah Arini. Menatap mata bulat yang amat indah itu. Sungguh, Allah maha besar menciptakan sosok indah ini. Pernah disia-siakan dan Raffa berjanji, takkan pernah melakukan hal serupa. "Aku mencintai kamu, Arini." Ucapnya Lirih. "Eh, udah gak bilang saya lagi?" Tanya Arini sedikit terkejut. "Terlalu formal, kadang gak bisa bedakan saat kerja atau saat bersama." Jawab Raffa sembari menyunggingkan senyuman terbaiknya. "Mas, aku juga cinta sama kamu." Ucap Arini. "Udah siap?" Tanya Raffa dengan tiba-tiba. Jantung Arini seakan bergemuruh begitu saja. Menatap sosok lelaki yang saat ini sudah sah dan berhak menyentuhnya kapanpun juga. Arini mengangguk. Memantapkan hati dan perasaannya. Malam ini, akan menjadi malam terindah b

