bc

Mendua

book_age16+
3.0K
IKUTI
32.8K
BACA
second chance
arrogant
dominant
city
office/work place
spiritual
like
intro-logo
Uraian

Pernikahan dengan poligami?

Arini mencoba ikhlas namun dia menyerah. Arini pikir bisa bertahan, namun pada akhirnya dialah yang harus merelakan. Menyerah di antara pernikahan yang dia pertahankan atau pergi agar hidup tak lagi Menyakitkan.

Kehidupan pernikahan yang Arini kira sempurna, nyatanya hanya menjadi goresan luka.

Semua berawal dari pengkhianatan yang Arga lakukan. Menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya, Ziva yang berujung dengan berakhirnya rumah tangga mereka.

Arini : " Aku sudah mencoba bersabar, namun nyatanya aku tak sekuat itu."

Arga: " Penyesalan memang selalu datang terlambat, dan itu yang aku rasakan. Karena aku sadar, kamulah yang terbaik, Arini."

Raffa: " Andai saja aku datang lebih cepat, kamu tak perlu merasakan sakit itu, Arini."

Ziva: "Aku lebih dari segalanya di bandingkan kamu, lalu kenapa kamu yang lebih bahagia?"

Cover by Canva

gambar by Pinterest

chap-preview
Pratinjau gratis
Pernikahan
Arini POV... Hari ini adalah hari yang teramat spesial untukku. Karena di hari ini aku di lamar oleh orang yang aku suka. Namanya Arga Dirgantara Syaputra. Lelaki yang beberapa kali aku temui. Pribadinya yang baik dan paras tampannya membuat aku jatuh hati. Awalnya aku tak menyangka kalau lelaki yang berbeda level denganku itu menyatakan cinta dan siap melamarku. Aku dan Ibuku merasa sangat senang dengan kehadiran mas Arga di rumahku. Tak lupa dia membawa kedua orang tuanya dan membawa seserahan. Acara lamaran ini sangat sederhana karena memang ini kemauanku. Lagi pula pernikahannya sudah di tentukan sebulan lagi. Aku bertambah senang saat dengan lantang dia mengatakan keinginannya didepan ibuku. "Arini, maukah kamu menerima khitbahku? Maukah kamu menikah dan hidup denganku? Menjadi ibu dari anak-anakku kelak?" Ucap mas Arga membuat hatiku bergetar. Siapa yang tak senang jika diperlakukan seperti itu? Aku tentu saja setuju. Aku mengangguk lalu tersenyum. Semua turut bahagia saat itu. Termasuk kedua calon mertuaku. Tidak terlihat keanehan bagi mereka. "Aku bersedia, mas." Jawabku. Semua berucap 'Alhamdulillah' saat mereka mendengar persetujuanku. Kemudian aku dengar mereka sudah menentukan tanggal pernikahan. Aku senang saat mereka memaklumi kesederhanaan kami. Mereka hanya mau mengadakan pesta pernikahan secara sederhana. Mereka mengerti akan keadaan ibuku yang seorang janda dan hanya memiliki sawah untuk mencari nafkah. Aku sendiri hanya menjadi seorang guru honorer di salah satu sekolah dasar. Sedangkan mas Arga adalah pegawai di salah satu kantor besar. Gajinya lumayan besar. Tapi bukan itu yang aku suka darinya, saat kuliah dulu sikap sopan-nya yang aku sukai. Dia terkesan cuek dan dingin. Tak mudah menyapa pada perempuan yang bukan mahramnya. Arini diam-diam mengamatinya dan siapa yang tahu kalau dia ternyata juga membalas perasaannya. Setelah dia lulus kuliah, mereka tidak lagi bertemu. Mereka bertemu lagi karena kejadian beberapa bulan lalu. Motor Arini mogok dan kebetulan dia lewat. Membantu Arini memperbaiki motornya dan juga mengantarya pulang. Dari sanalah dia mulai meminta nomer Arini dan mereka saling chating saat itu. "Arini, aku boleh bicara sesuatu?" Tanya Arga. Arini tercengang. Akhirnya semua keluarga membiarkan mereka bicara berdua. Sesekali Arini membenahi jilbab yang dia pakai. Takut jika posisinya miring. Arini tidak mau terlihat berantakan di depan Arga. "Maaf kalau ini mendadak. Aku hanya ingin menyempurnakan agamaku. Dan aku yakin sekarang waktunya. Aku juga yakin kalau kamu memang jodoh yang Allah berikan untukku." Kata Arga. Arini tersenyum. Tak berani menatapnya secara langsung. Hanya bisa menatap jemarinya sendiri. Di sana tersemat sebuah cincin emas yang baru saja mas Arga berikan sebagai bukti pertunangan mereka. "Mas, aku rasa ini juga sudah saatnya bagiku. Terima kasih karena sudah memilihku. Aku gak nyangka kalau ternyata perasaanku terbalas. Kamulah lelaki yang selalu aku sebut di sepertiga malam-ku dan Allah menjawab do'aku." Ucapnya lirih. "Terima kasih Arini. Pilihanku memang tepat. Semoga nanti kamu bisa menerima segala kekuranganku. Bisa menjadi seorang yang akan menegurku ketika aku berbuat suatu kesalahan." Kata mas Arga. "Pasti, mas. Tegur aku juga kalau aku tidak bisa jadi istri yang baik. Tapi yang harus kamu tahu, aku akan berusaha jadi istri dan menantu yang baik. Insya'allah." Ucapnya. Setelah perbincangan itu, Arini melihat mas Arga dan keluarganya pamit pulang. Ibu menatap Arini dengan haru. Tak menyangka kalau putri sulungnya akan segera meninggalkannya dan segera ikut ke rumah suaminya nanti. Ibu dan sanak saudara Arini sangat sibuk mempersiapkan hari bahagia itu. Tidak terasa seminggu lagi pernikahan itu akan berlangsung. "Mbak Arini." Seorang gadis muda tengah menatapnya dari arah pintu masuk. "Naura, mbak kangen banget." Arini segera memeluknya. Tak menyangka dia akan datang. Dia adikku satu-satunya. Sedang menyelesaikan kuliahnya di kota. Arini senang karena dia bisa menghadiri pernikahan kakaknya. "Katanya gak bisa datang?" Ucap Arini "Kejutan dong, mbak." Jawab Naura. "Dek, gimana kuliahnya? Lancar aja, kan?" Tanyanya "Iya dong, mbak. Alhamdulillah lancar aja." Jawab Naura. Arini mengantarnya ke kamarnya. Arini tahu dia teramat lelah karena perjalanan dari Surabaya ke mari membutuhkan waktu beberapa jam. Arini merasa kebahagiaannya kini terasa lengkap sudah. ... "Saya terima nikahnya Dewi Arini binti Syamsul Hadi dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan cincin emas dibayar tunai." Saat akad diucapkan, aku merasa gugup. Kini aku mendengar di luar semua orang berteriak ' Syah'. Naura datang menjemput dan membawaku pada mas Arga. Aku gugup. Jantungku seakan berdegup lebih kencang dari biasanya. Hal yang pertama aku lihat adalah sosok Ibu yang tengah menangis haru. Dia kemudian memelukku dengan amat erat. Tak menyangka kalau putri sulungnya telah menikah dan menjadi milik orang lain. "Selamat ya nak, mulai sekarang kamu bukan milik ibu lagi. Kamu jadi milik suami kamu. Ibu berharap rumah tangga kamu akan membawa kamu ke Syurga. Semoga kamu bahagia." Ibu mengucapkan kata yang membuat aku tak kuasa menahan haru. Dia kemudian juga ikut mengantar aku menemui lelaki yang sudah Syah menjadi suamiku. Aku mencium tangan mas Arga dan dia membalas dengan mencium keningku. Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untukku. Hari ini menjadi hari yang sangat sakral bagiku. Dan aku berharap ucapan ibu akan menjadi kenyataan. Pernikahan inilah yang nantinya akan membawaku menuju Syurga Allah. Seminggu lagi aku akan segera meninggalkan desa dan kembali bersama suamiku. Ikut tinggal bersamanya dan tinggal di rumah yang sudah dia miliki. Sampai sekarang aku tidak percaya bahwa seorang Arga Dirgantara menjadi suamiku. Aku menatap sekeliling sudah sepi. Aku mulai memasuki kamar. Tak ku sangka malam ini akan menjadi malam pertamaku dengannya. Sebagai seorang istri aku akan melaksanakan kewajiban pertamaku. Memberikan sesuatu yang selama ini aku jaga. Menyerahkan satu-satunya mahkota yang selalu aku simpan. Aku bangga karena malam ini aku bisa menyerahkan segalanya pada mas Arga. Aku membersihkan diri setelah itu menunggu mas Arga untuk menunaikan shalat malam bersama. Aku rasa mas Arga masih sibuk menemui para tamu. Jadi, aku harus menunggunya terlebih dahulu. Suara seseorang membuka pintu kamar terdengar. Aku menatap di sudut ranjang dengan perasaan gusar. "Assalamu'alaikum."Ucapnya. Lelaki yang sudah ku tunggu masuk. "Wa'alaikumsalam, mas." Jawabku. Mas Arga menatapku dengan seksama. Mungkin dia heran karena aku sudah rapi dengan mukenah yang aku pakai. "Tunggu ya, mas mau ambil wudhu dulu." Ucapnya. Kemudian setelah itu kami melaksanakan shalat berjamaah untuk pertama kalinya. Suatu hal yang paling aku dambakan. Dan puncaknya malam ini aku benar-benar merelakan tubuhku dibawah tubuhnya. Menahan setiap rasa sakit menjadi sesuatu yang mungkin setelah ini akan aku sukai.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

TERNODA

read
199.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.7K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
64.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook