Cemburu?

1712 Kata

Raffa tiada hentinya tersenyum. Saat pertama kali yang ia lihat waktu keluar adalah Arini. Rasanya, dunia Raffa berubah 360 derajat. Yang biasanya dia akan sangat serius dalam pekerjaannya, namun kali ini justru sedikit santai. Kadang kala sering mencuri pandang pada Arini. "Mas Raffa. Melamun ya?" Ucap Sezia. Wanita itu sepertinya bisa menebak apa yang tengah Raffa lamunk an. Karena sedari tadi, yang ia tatap hanyalah pintu keluar. "Astaghfirullah, Kamu ngagetin saya aja, Sez." Ucap Raffa. "Habisnya, aku panggil dari tadi cuma diam aja." Ucap Sezia. "Kamu mau apa kesini emangnya?" Tanya Raffa. "Mas, jangan lupa siang ini kita ada pertemuan dengan Adijaya group untuk membicarakan masalah Tender. Kamu ingat? Mikail group dan beberapa yang lain juga mengincar itu. Jika kita bisa member

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN