Arini POV Aku hanya diam sembari menatap Pak Raffa dan Naura. Keduanya seperti sudah dekat sejak lama. Padahal baru tadi siang bertemu. "Mas Raffa cocok deh. Humoris juga ya? Gak kayak yang di ceritain Mbak Arini." Ucap Naura keceplosan. Aku melirik ke belakang saat mendengar apa yang Naura katakan. "Lho, Arini cerita apa?" Tanya Pak Raffa. Lelaki ini kini melirik ke arahku dan memberikan tatapan menyelidik nya. "Enggak. Katak Mbak Arini, Mas Raffa serius terus. Nyatanya enggak kok." Jawab Naura. Naura itu masih polos. Tidak bisa mensortir apa yang keluar dari mulutnya. "Arini aja yang terlalu serius. Saya santai kok." Jawab Pak Raffa. Aku tahu dia mengelak saat ini. Setahu aku, mana pernah dia santai. Terutama saat bekerja. "Sudah sampai." Ucap Pak Raffa. Kami bertiga akhirnya

