-Flashback on- 30 November 2018. Situasi malam di saat itu mendadak tegang karena suara hentakan kaki Kanz yang sedang mencari kekasihnya di rumah sakit. “Pak, maaf. Mohon jangan berlarian seperti itu, mengganggu keheningan di sini,” tegur satpam yang berpapasan dengannya. “Maaf, Pak. Saya lagi urgent.” Pukul sepuluh malam, Kanz, menerima kabar dari Deni bahwa Risna jatuh sakit dan mengeluarkan banyak darah dari hidungnya ketika berada di sebuah klub malam yang biasa mereka kunjungi. Kekasihnya itu sudah dilarang untuk bepergian. Namun, bukanlah Risna bila menuruti perkataan Kanz yang telah mati-matian menjaganya. Tuk. Tuk. Tuk. Sepatu pantofelnya mengetuk lantai sampai semua mata mengarah padanya. Kanz mencari seseorang yang bisa ia tanyain perihal kekasihnya. Sampailah dia ke de

