Maira sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Gina memberikannya bekal, tetapi seseorang menyambarnya dengan cepat. Maira dan Gina menoleh kemudian terkejut melihat keberadaan Erin yang tidak diketahui oleh mereka. "Nona Erin, kapan datang?" tanya Gina. "Tadi malam sekitar jam 12. Aku akan tinggal di sini mulai sekarang. Aku ada proyek di daerah Tanah Abang," jawabnya dengan ekspresi cemberut, apalagi saat melihat Maira. "Hai, Erin! Apa kabar?" sapanya dengan senyuman. "Gak usah sok ramah. Aku juga gak butuh sapaanmu. Kau tidak bisa bawa bekal ini. Jika kau mau, harus masak sendiri - jangan jadi perempuan manja." Erin malah menjawab dengan ketus. Maira tersenyum, "Selamat datang, Erin! Anggap saja rumah sendiri. Maaf, sebenarnya aku juga biasanya buat sarapan sendiri, tapi hari ini

