Pagi itu Alexander terlihat sangat berantakan setelah semalaman penuh ia tidak kembali tertidur setelah mimpi buruk itu. Ia takut jika ia harus memimpikannya lagi, dan kegelisahan itu akan terasa kembali di dalam hatinya. Sehingga ia memutuskan untuk tetap terbangun dan tidak kembali tidur. Alexander sedang menyibukan dirinya dengan merapihkan seisi rumah yang sebenarnya sudah rapi itu, dan ia berniat untuk mengganti gorden kamar miliknya. Dan di saat itu pula ia melihat tepat di luar sana ada dua orang pemuda yang sedang berjalan ke arah rumahnya. Alexander menyipitkan mata dan memastikan bahwa salah satu di antar mereka adalah Yahmar, namun mata minus nya membuatnya tidak dapat melihat dengan jelas kedua orang itu. Ia hanya melihat salah satu dari pemuda itu mengeluarkan sebuah benda d

