Jina dan Astri saat ini telah kembali ke ruangan mereka, meninggalkan Yahmar dan Gantara di ruangan tadi. Mereka berdua terdiam menatap pintu yang baru saja tertutup tersebut. Yahmar menghela nafasnya dan mengacak-acak wajahnya dengan frustasi saat merasa bahwa identitasnya sebagai anak persiden terbongkar. Gantara tersenyum ketika melihat hal tersebut, karena ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa saat kedua wanita itu bertanya padanya tadi. “Ini bukan suatu hal yang buruk, Yahmar. Kurasa mereka tidak masalah dengan hal itu.” Gantara berucap seraya memainkan layar virtual yang menampilkan International SPY milik Yahmar. “Lagi pula, mengapa kau sangat nekat Yahmar? Kau ingin melanggar peraturan hanya demi membantu Arial? Kenapa?” Tanya Gantara seraya memasukan kode-kode yang terter

