Yahmar berjalan menuju pintu kamar dimana Sofian di rawat. Persis seperti apa yang di katakan sang Ibu kemarin malam, hari ini ia membawa bingkisa yang di titipkan sang Ibu padanya. Yahmar membuka pintu ruangan tersebut dengan pelan, takut-takut jika ia mengganggu Sofian yang sedang beristirahat.
“Yahmar!” Begitu ia membuka pintu tersebut, Yahmar mendengar Sofian memanggilnya dari dalam sana. Ia tersenyum dan berjalan masuk, kemudian menyambut Sofian dengan barang-barang yang ia bawa.
“Hi, bagaimana kabarmu?” Tanya Yahmar dan menyimpan semua bungkusan itu di atas meja dekat dengan jendela besar yang tempo hari hampir di gunakan untuk temannya bunuh diri tersebut.
“Membaik. Apa itu, Yahmar?” Sofian bertanya ketika melihat seluruh barang yang Yahmar taruh ke atas meja.
“Hadiah dari ibuku, dan dari beberapa anggota komunitas.” Yahmar menjelaskan dari siapa saja barang-barang tersebut. Sofian mengangguk pelan, dan membuka satu persatu bungkusan itu.
“Komunitas? Yang kita bicarakan kemarin? Bagaimana perkumpulannya? Apa saja yang kalian bahas?” Sofian bertanya mengenai komunitas baru yang mereka masuki. Sebenarnya jika kondisi kesehatannya membaik, Sofian sangat ingin berkumpul dan ikut membahas apapun mengenai rencana mereka semua.
“Hanya perkenalan anggota, kita akan membuat susunan kegiatan besok. Ya, lebih tepatnya James akan membuatnya bersamaku.” Sofian kembali mengangguk seraya masih membuka seluruh barang itu.
“Kuharap ini semua berjalan lancar!” Yahmar menjawabnya dengan sebuah anggukan dan deheman ‘Hm.’ pada Sofian. Yahmar tidak yakin tentang hal itu, tetapi ia juga tidak bisa menyangkalnya ketika mereka semua serentak mengutusnya dan James menjadi ketua dan wakil ketua dari komunitas ini. Tanggung jawab yang sangat besar untuk Yahmar, tetapi ia akan berusaha untuk melakukan yang terbaik.
Persis seperti apa yang Yahmar harapkan, semua nya berjalan dengan lancar. Setelah Sofian keluar dari rumah sakit, ia dapat memulai perkumpulan dengan komunitas yang sudah memiliki nama resmi yaitu RTETH. Singkatan dari Return the Earth to Heaven, kembalian bumi menjadi surga. Nama itu di ambil dari misi mereka yang ingin mengembalikan Bumi menjadi surga, dan bukan surga palsu seperti sekarang.
Beberapa kegiatan juga telah mereka susun, mereka mengajarkan bagaimana cara agar tidak menggunakan barang-barang berbahaya yang dapat merusak lapisan ozon dan barang-barang yang dapat mencemari lingkungan.
Hal itu Yahmar ajukan pada James karena menurutnya, jika mereka ingin mengubah orang lain. Maka mareka harus merubah diri mereka sendiri. Setidaknya gerakan kecil yang mereka lakukan dapat mengurangi penyebab kerusakan Bumi.
“Sofian, apa kau sudah mendengar tentang komunitas kita yang mendapatkan teguran dari pihak kampus?” Seorang anggota RTETH yang kebetulan memiliki kelas yang sama dengan Sofian, memberitahukan informasi tersebut pada lelaki itu. Sofian belum mendengar tentang hal ini dari Yahmar maupun James, karena mereka yang kini fokus pada ujian akhir semester.
“Aku baru mendngarnya darimu. Apakah itu buruk?” Sofian bertanya pada gadis yang dudu di samping meja tempatnya belajar di kelas. Ia melihat gadis itu mengangkat kedua bahunya dan menggelengkan kepalanya perlahan.
“Aku tidak tahu, Sofian. Tetapi yang aku takutkan adalah jika kita di berikan surat teguran dan di berhentikan. Kita tidak akan bisa mengajak para junior yang baru, untuk masuk ke dalam komunitas.” Sofian terdiam, dia segera membuka layar Laptop miliknya yang sedari tadi tertutup di atas mejanya. Ia mengetik beberapa hal dan keluarlah sebuah pasal-pasal negeri yang menjelaskan tentang keorganisasian.
“Tetapi setahuku, komunitas adalah sebuah perkumpulan yang tidak bisa di atur oleh pihak kampus. Karena komunitas kita terbentuk dari adanya rasa peduli, saling membutuhkan dan saling mempercayai. Dan kita tidak terikak atau di bangun oleh pihak dari kampus ini.” Sofian memberikan penjelasan pada gadis itu, sehingga membuat gadis itu mengangguk-angguk dan terdiam.
“Biarkan aku yang menjelaskan ini pada Yahmar dan James, kau tidak perlu khawatir. Semua akan baik-baik saja, komunitas ini tidak akan di bubarkan begitu saja!” Sofian meyakinkan pada gadis itu bahwa mereka akan baik-baik saja meskipun pihak kampus tidak mengizinkan adanya mereka di sana.
Karena pada dasarnya, memang komunitas mereka berdir bukan karena perintah dari pihak kampus. Mereka ada karena mereka sama-sama merasakan rasa yang sama, kegelisahan yang sama, visi dan misi yang sama, serta keinginan untuk menenangkan hati yang sama-sama mereka rasakan. Itulah alasan mengapa mereka membangun komunitas RTEHT ini.
“Yahmar!” Yahmar yang saat itu tengah berbincang dengan teman-teman sekelasnya, melirik pada James yang menghampiri mereka dengan setengah berlari dari ujung lorong. Yahmar menyudahi perbincangannya dengan seluruh teman kelasnya itu, kemudian ia berjalan ke arah James yang sudah berhenti di hadapannya.
“Ada apa?” Yahmar menyipitkan matanya ketika melihat James yang terkesan terburu-buru itu. Seorang lelaki juga datang menghampiri mereka dan menghadap ke arah keduanya dengan raut wajah yang serius.
“Sofian?” Yahmar melirik pada lelaki yang baru saja datang itu, “Ada apa?” Ia kembali mengucapkan pertanyaan yang sama pada Sofian, dan ia menatap keduanya secara bergantian.
“Kita mendapatkan Surat teguran.”
“RTEHT mendapatkan Surat teguran.” Mereka berdua secara tidak sengaja menyampaikan hal yang sama secara bersamaan, membuat mereka saling melirik. Yahmar terdiam ketika mendengar bahwa komunitas baru mereka mendapatkan surat teguran dari pihak kampus, padahal selama ini yang ia tahu, komunitas adalah perkumpulan bebas yang boleh mereka bangun di lingkungan kampus.
“Aku baru saja mendapatkan suratnya, dan akan menghadap rektor kampus untuk menjelaskan semua ini.” James mengeluarkan sebuah surat teguran itu dari tablet nya. Memperlihatkan surat itu pada Yahmar dan Sofian.
“Jangan! Kau tidak perlu menghadap mereka! Karena kita adalah komunitas dan kita tidak meminta mereka untuk membiayai kita. Kita hanya melakukan hal yang kita sukai bersama. Bukan begitu Yahmar?” Sofian mencegah James untuk memenuhi panggilan dari para rektor kampus untuk menegur nya. Yahmar menganggukkan kepalanya tanpa berbicara, membuat James akhirnya ikut mengangguk mengiyakan apa yang Sofian sarankan.
“Kita fokuskan saja semuanya pada kegiatan kita seperti biasanya tanpa harus terganggu dengan teguran itu, dan perihal junior kita yang baru… Aku mempunyai satu cara yang tidak akan di ketahui oleh pihak kampus.” Yahmar memberikan sebuah jalan keluar untuk permasalah yang mereka hadapi kali ini.
Hari terus berganti, Yahmar sudah terbiasa dengan seluruh kegiatan kampus dan kegiatan komunitas RTEHT yang sekarang di pimpinnya. Ia juga sudah terbiasa untuk berbohong pada kedua orang tuanya mengenai kesibukan di kampus, yang membuatnya semakin fokus dan merasa leluasa melakukan seluruh kegiatan penyelamatan Bumi yang semakin meningkat. Disisi lain, komunitasnya juga sudah memiliki banyak anggota tetap yang menjadikan kegiatan mereka menjadi lebih rutin dan terbuka.
“W.A.E?” Yahmar mengerenyitkan dahinya ketika James membicarakan tentang organisasi yang saat ini sedang menjadi perbincangan banyak orang itu. Bukan hanya di tempat umum, Yahmar mendengar nama organisasi itu, melainkan di rumahnya pun ia selalu mendengarnya akhir-akhir ini. Itu karena sang Ayah yang terkadang mengeluh tentang permasalahan yang terjadi di pekerjaan, di negara ini.
W.A.E menjadi salah satu masalah yang sering Ayahnya bicarakan karena dari isu yang menyebar, W.A.E ada untuk menggulingkan pemerintahan Ayahnya dengan berkedok mendukung pergerakan penyelamatan bumi. Itu yang Yahmar tangkap dari keluhan yang setiap hari Ayahnya bicarakan dengannya, Ibunya, atau tamu(pejabat) yang datang ke rumah mereka.
To be continued