Bab 43. Perlindungan Diandra

1874 Kata

"TIDAAAKK ...." Luna tiba-tiba menjerit histeris. Tangannya terjulur lurus ke depan seakan ingin menggapai sesuatu. Kedua bola matanya ikut membelalak lebar. Nafasnya terengah - engah, dadanya terihat naik turun dramatis. Diandra yang mendengar suara jeritan, langsung berlari mencari sumber suara. Gegas ia berlari dengan raut wajahnya yang terlihat panik. Beberapa orang maid yang ikut mendengar suara jerit itu, ikut berlari dengannya. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa suara itu berasal dari kamar tamu yang ditempati oleh Luna. Diandra mendobrak pintu yang memang tidak terkunci. Tak ada waktu lagi untuk basa-basi atau mengetuk pintu sebelum masuk. Sebab semua orang tengah khawatir pada penghuni kamar itu. "Luna!" panggil Diandra, begitu pintu itu terbuka lebar. Semua orang mendapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN