Bab 26. Kami Menunggu

1345 Kata

"Luna," Diandra memanggilnya. "Mm..." Hanya terdengar suara deheman pelan, sementara matanya terus saja terpejam. "Apa kamu membencinya?" "Untuk apa?" Luna balas bertanya. "Untuk semua yang telah dia lakukan padamu. Apakah kamu membencinya?" "Dulu, ya. Aku dulu pernah membencinya." "Lalu sekarang?" Diandra memutar tubuhnya menatap Luna yang masih tetap memejamkan matanya. "Aku masih belum tau!" "Kenapa?" "...." Hening. Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Luna yang mampu membuat Diandra mengerti. "Luna," panggil Diandra lagi. Kali ini dengan mengguncang pelan tubuh Luna. "Tidur, Di. Sudah malam." "Jawab dulu pertanyaanku yang tadi!" "Yang mana? Aku lupa." Diandra menghela nafasnya berat. "Jangan pura - pura!" Luna membuka matanya, menerawang pada langit - langit kamar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN