Nadia tengah sibuk mengurus tumpukan berkas di depannya, ketika si bos muda yang terlihat menawan bersama atasan sekaligus pemilik Adhiaksa Group muncul di kantor. Dengan cepat Nadia berdiri menyambut keduanya, dengan senyumnya yang dibuat semenawan mungkin. Tamma Adhiaksa langsung masuk ke dalam ruang kantornya setelah membalas sapaan ramah Nadia, meninggalkan Raka yang masih bercengkrama dengan gadis itu. "Apa Mas Rasya sudah sampai?" tanya Raka, sok beramah tamah dengan sekretaris cantik perusahaan mereka sambil tersenyum manis. "Sudah, Pak Raka. Beliau ada di ruangannya," sahut Nadia tak kalah ramah. "Oh, terima kasih." Raka melangkahkan kakinya menuju ruangan Rasya. Ia langsung masuk tanpa mengetuk terlebih dulu. Satu kebiasaannya yang amat sangat tidak disukai oleh sang kakak, R

