Bab 28. Akhirnya Kita Bertemu

1909 Kata

Luna membelalakkan matanya saat itu juga. Kemudian tersenyum lebar saat menyadari seseorang yang sedang berdiri bersama Starla. "Hai..." Luna bangkit, lalu memeluk pria itu sesaat. "Ya ampun, kamu apa kabar?" tanya Luna sumringah. Tangannya menarik kedua orang itu untuk duduk bersamanya. "Udah dari tadi ya disini?" cecar Luna. Netranya menatap dua orang itu bergantian. "Aish... sok exited banget sih, Lun? Biasa aja, kali." Starla memberengut kesal. Tangannya memeluk erat lengan pria itu. "Emangnya gak boleh, ya? Gak usah cemburu, kali! Aku juga gak bakal ngembat suami kamu kok," balas Luna sengit. Suara tawa menggelegar, seketika membuat kehebohan singkat di tempat itu. Menjadi bahan gosip para tamu? Itu sudah biasa terjadi, setiap kali mereka bertemu seperti ini. Hermawan, si pengus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN