Bab 41. Maafkan Aku (2)

1680 Kata

Dingin. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan hubungan keluarga itu saat ini. Keempat anggota keluarga itu berkumpul di ruang tamu. Tak ada yang satu orang pun membuka mulut untuk memulai percakapan. Semua orang bergeming di tempatnya masing - masing. Raka menundukkan kepalanya dalam - dalam. Entah apa yang sedang lelaki itu pikirkan saat ini. Namun satu hal yang pasti, ia tidak ingin kehilangan istri dan anaknya. Namun, ia juga tak bisa untuk memilih meskipun mereka memaksanya. Liliana duduk berdampingan dengan Kalina, di seberang Raka. Wanita paruh baya itu terus saja merangkul wanita yang telah menjadi menantunya selama empat tahun lebih, dan telah memberinya seorang cucu yang cantik. Kalina masih saja terisak, meskipun tidak mengeluarkan suara. Masih tak habis pikir jika putra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN