Bab 55. Kehadiran Raka

1206 Kata

Pagi ini suhu terasa begitu dingin. Rintik hujan mengiringi surya yang perlahan naik dengan malu-malu. Luna bersedekap di depan jendela apartemennya. Sudah lewat dua hari sejak Diandra menginap di tempatnya. Berulang kali ia mengintip layar ponselnya yang masih belum menunjukkan perubahan. Tidak ada panggilan atau pesan masuk dari Diandra, sejak ia menanyakan perihal nama anak itu padanya. Hingga hari beranjak siang, namun matahari masih enggan untuk keluar menunjukkan keangkuhannya. Dan rintik hujan berganti menjadi tumpahan yang semakin deras. Membuat Luna enggan untuk keluar, dan menjejakkan langkahnya di jalanan basah menuju area parkir. Jauh lebih baik baginya jika tetap berada di apartemennya dengan segelas minuman panas sebagai penghangat tubuh. "Abi... dimana kamu, Nak?" bisik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN