"Abi. Iya, benar, itu namanya. Aku sengaja membuat nama yang mirip denganku. Aku membuatkannya gelang yang bertuliskan namanya." Suara Luna terdengar begitu semangat. "Apa kamu yakin?" "Iya, Di. Aku baru ingat sekarang. Abimanyu, itu tulisan di gelang itu!" Luna berkata dengan yakin. "Baiklah. Aku akan bilang pada mereka. Semoga anakmu bisa cepat ditemukan." Diandra tersenyum tipis. "Makasih, Di." Sambungan telpon itu terputus. Diandra menatap Anita penuh haru. Anak di pangkuannya adalah benar anak Luna. Diandra memeluk anak itu erat. Air matanya merosot turun ke pipinya yang mulus. Anita ikut merasa terharu. Anak yang ia rawat selama ini akan bertemu dengan ibu kandungnya. Dan anak itu juga akan segera berpisah darinya dalam hitungan hari. Tanpa terasa, mobil yang mereka naiki tel

