Bab 20. The Luna Cafe

1647 Kata

Mobil yang dikendarai Luna telah memasuki tempat parkir The Luna Cafe dimana Starla berada saat ini. Dengan tenang gadis itu menyampirkan tasnya di bahus, membawa setumpuk laporan di pelukannya yang belum sempat ia periksa, kemudian keluar dari mobilnya. Luna berjalan santai. Hari ini ia tak terlalu tergesa - gesa karena memang tak ada yang sedang dikejar olehnya. Luna yakin, Starla telah melakukan tugasnya dengan baik. Keuntungan sahabat yang menjadi rekan kerja, ya seperti itu. "Selamat pagii, Bu Luna." Yuli menyapanya ramah dari balik meja kasir, sambil tersenyum manis. "Ya, selamat pagi. Gimana laporan harian cafe?" tanya Luna. "Sudah saya siapkan, Bu. Sudah saya berikan juga pada Bu Starla," jawab Yuli. "Makasih, ya." Luna kembali melangkah meninggalkan meja kasir. Bukannya menu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN