Luna mendesah berat. Sementara Starla sudah mulai terlihat lebih tenang. Tangannya tak berhenti mengusap perut yang sebenarnya masih terlihat rata itu, sambil berbisik - bisik seperti orang gila yang sedang berbicara sendiri. "Apa dia yang kamu lihat waktu itu?" Pertanyaan Luna mengalihkan perhatian Starla. Wanita itu membuat anggukan pelan. "Iya. Tapi saat itu dia tidak mengenaliku." Ingatan Starla menerawang jauh saat pertama kali melihat Raka. "Itu artinya, Diandra telah berbohong padaku." "Apa maksudmu?" Starla mengerutkan alisnya. "Diandra telah bertemu dengan mereka saat kamu melihat mereka di tempat itu kemarin," sahut Luna datar. "Bagaimana kamu bisa tahu?" Starla menatap tak percaya. Bagaimana mungkin Diandra bisa berbohong pada mereka. "Karena dipertemuan kedua mereka aku

