bab 1
hai semuanya.. perkenalkan.. nama ku bayu Santoso.. usia ku kini 25 tahun..
aku memiliki tinggi badan sekitar 184 cm..
aku akan menceritakan pengalaman ku yang di mana aku memiliki 3 istri yang semuanya adalah saudari kandung..
aku sendiri anak yatim-piatu yang di tinggal kedua orang tua ku sejak aku masih duduk di bangku sekolah dasar atau SD..
aku sendiri memiliki kakak perempuan yang bernama sarah aji Santoso yang di mana kini usianya 30 tahun dan memiliki seorang suami yang bernama yoga..
mereka berdua di karuniai seorang anak perempuan yang masih berusia 2 tahun yang bernama gadis..
sejak kecil, aku di asuh oleh kakak ku di kampung halaman..
hingga aku lulus sekolah menengah kejuruan yang di mana aku sekolah di jurusan pariwisata..
kini, aku tinggal dengan paman ku yang hidup di kota..
sedangkan kakak ku sendiri masih tinggal di kampung halaman dengan keluarganya dan hidup bahagia di sana..
aku tinggal dengan paman dan keluarganya yang di mana ku ikut dengan beliau cukup lama..
kurang lebih 5 tahun lamanya..
akan tetapi, setelah kejadian pandemi atau covid 19 yang lalu, aku harus di phk dan di keluarkan dari pekerjaan ku yang lama..
Alhasil, aku harus menganggur semenjak pandemi Tersebut..
untungnya aku memiliki paman yang sangat baik hati..
yang di mana beliau tidak pernah sekalipun memarahi ku atau yang lain sebagai..
paman ku sendiri bernama suratno yang di mana dia ini adik kandung almarhum ayah ku..
beliau memiliki istri yang bernama Tante sri..
paman Suratno sendiri memiliki 2 orang anak yang bernama Retno Cahyani dan hadah sekar..
Retno sendiri satu usia dengan yang di mana dia berusia 25 tahun..
akan tetapi, sudah lama sekali dia pergi merantau ke luar negeri untuk bekerja di sana sebagai seorang TKI..
atau tenaga kerja Indonesia..
sedangkan hadah sekar sendiri berusia 21 tahun..
dia memiliki postur tubuh yang tinggi dengan rambut yang sangat panjang sekali..
bahkan, panjangnya sendiri hampir mencapai kakinya..
dia juga memiliki paras yang cantik..
sekar sendiri kini masih kuliah dan belum bekerja..
aku menempati salah satu kamar yang berada di belakang rumah paman Suratno..
yang di mana, dulu tempat tersebut adalah gudang dengan bangunan terpisah dari rumah..
aku bersihkan dan aku gunakan untuk tempat ku tinggal selama aku berada di kota ini..
paman Suratno sendiri adalah seorang pegawai negeri begitu juga dengan istrinya..
hanya saja, walaupun beliau ini orang kaya.. aku masih heran dengan Retno yang bekerja sebagai TKI di luar negeri..
padahal, kalau di pikir-pikir Kembali.. Retno bisa saja bekerja seperti halnya kedua orang tuanya..
tapi, di lebih memilih untuk bekerja di luar negeri..
baiklah, sepertinya tak perlu banyak-banyak untuk menjelaskan semuanya..
nanti akan ku jelaskan di setiap cerita ku..
pagi itu, aku bersiap untuk mendapatkan panggilan kerja di salah satu restoran yang lokasinya tidak jauh dari rumah paman ratno ini..
aku sudah berdandan rapih dengan stelan kemeja putih, celana hitam dan sepatu pantofel..
kini, aku keluar dari tempat ku tinggal yakni gudang paman ratno..
"loh bayu.. kamu mau kemana.. kok pakek baju rapih gitu".. ucap paman ratno yang sedang bersantai di teras belakang rumah yang menghadap langsung ke tempat ku tinggal..
"ini paman.. aku dapat panggilan interview hari ini.. jadi, aku minta maaf kalau gak bisa bantu-bantu Bersih rumah.. nanti, Setelah pulang interview.. aku akan kerjakan pekerjaan ku paman".. ucap ku ke paman ratno..
"ya gak papa Bayu.. kalau masalah itu bisa di atur nanti.. dan kamu dapat panggilan interview di mana memangnya".. ucap paman ratno..
"ini paman.. di restoran yang gak jauh dari sini paman".. ucap ku ke paman ratno..
"ow gitu.. jadi apa di sana"..
"kurang tahu kalau masalah itu paman.. sepertinya sih sebagai juru antar makanan ke pembeli sih"..
"gak papa.. yang terpenting, kamu kerja yang benar dan jangan buat masalah ya"..
"iya paman.. ya sudah kalau gitu paman.. bayu pamit dulu ya".. ucap ku sambil mencium tangan beliau..
"iya bayu.. hati-hati dan semoga saja di terima kerja ya"..
"amin paman.. makasih buat doanya".. ucap ku yang kemudian ku berikan salam ke beliau dan langsung berjalan keluar dari area rumah paman ratno ini..
kini aku sudah berada di depan pintu gerbang rumah paman Ratno dan bersiap untuk pergi..
"loh mas bayu mau kemana mas".. ucap seseorang dari arah rumah paman Ratno..
aku segera menoleh dan melihat ke arah tersebut yang ternyata si sekar yang memanggil ku..
"sekar.. ini, aku mau interview hari ini".. ucap ku yang berhenti sambil menghadap ke arah Sekar..
"loh.. kok gak bilang kalau mau interview sih mas.. terus nanti yang anterin sekar ke fakultas siapa mas.. aku kan gak bisa bawa mobil mas".. ucap sekar..
"waduh, bagaimana ya sekar.. aku gak bisa anterin kamu.. karena aku ada panggilan interview hari ini.. aku gak mau nanti terlambat.. aku minta maaf banget sama kamu sekarang".. ucap ku yang memohon maaf ke sekar..
"ya sudah lah kalau gitu".. ucap sekar sambil ngambek..
"sekar.. tunggu dulu.. yah, dia masuk ke dalam rumah.. dah lah, nanti juga baikan lagi".. ucap ku yang kemudian aku kembali berjalan menuju ke tempat kerja ku..
rumah paman sendiri berada di depan jalan utama yang langsung menghadap ke jalur utama jalan raya..
jadi, aku hanya perlu berjalan di pinggir trotoar untuk sampai ke tempat tersebut..
hanya memakan waktu kurang lebih 5 menit, aku sampai di lokasi..
aku terus berjalan hingga menaiki jembatan penyeberangan kusus pejalan kaki untuk bisa melewati jalanan yang ramai dan padat sekali..
tapi, itu tidak menghambat ku untuk bisa menuju ke tempat kerja ku yang baru ini..
dan semoga saja, aku di terima kerja..
jadi, aku gak perlu lagi menyusahkan paman Ratno dan tante sri..
di dalam hati kecil ku, aku sangat bersemangat sekali dan sudah tidak sabaran untuk bisa sampai ke tempat tersebut..
karena, aku sudah cukup lama sekali menganggur dan belum juga mendapatkan pekerjaan yang baru setelah pandemi covid 19 beberapa tahun ini..
kini aku berjalan di antara orang-orang yang juga sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing..
hati ku merasa sangat senang sekali bisa berada di kumpulan orang-orang sibuk ini..
karena kini kondisi semuanya sudah normal dan tidak ada lagi laranganan untuk Keluar dari rumah oleh pihak pemerintah dan harus menuruti protokol kesehatan..
pandemi tahun ini memang Sangat membuat susah bayak orang dan ekonomi benar-benar lumpuh seketika..