Siska Depresi Ringan.

1007 Kata
Di Ruang Dokter.  Dr. : Sir Raymond apa yang terjadi dengan dia bagaimana bisa dia sampai mengalami depresi ringan seperti itu ?  Raymond : Siska depresi ringan dok ?  Dr.  : Yah benar dia depresi ringan Sir. Saya sarankan dalam beberapa hari kedepan kalian membiarkan dia untuk istirahat dan membawanya refreshing maybe liburan ke tempat yang fresh agar dia bisa menikmati keindahan dunia dan melupakan semua kepenatan di pikirannya.  Raymond : Hmmm... baik dok saya akan ikuti saran dokter tapi apakah ini bakal mengganggu mental dia secara keseluruhan dok ?  Dr. : No, ini tidak akan mengganggu mentalnya jika kalian terus membawa dia melupakan apa yang membuat nya sampai seperti itu tetapi jika kalian terus membiarkan dia sendirian dia pasti akan terus memikirkan atau mengingat semua kejadian yang buat dia seperti itu maka itu pasti akan mengganggu mental nya.  Raymond : Baik dok terima kasih informasi nya saran dokter akan saya ikuti.  Dr. : Sama sama Sir. Jika ada sesuatu jangan sungkan untuk mencari saya Sir.  Raymond : Pasti dokter.  *** Di Ruang ICU. " Hey kenapa bisa jadi seperti ini ? Why ? Kamu tau gak gimana perasaaan aku lihat kamu terbaring di sini ? Hmmm! " ucap Mike , air mata nya pun menetes memandang gadis nya terbaring lemah tampak air mata menetes dari ujung mata Siska membasahi pelipisnya.  “ Bahkan dalam keadaan tidak sadarpun kamu masih bisa meneteskan air mata mu Siska “ Ucap Mike sambil memegang dan mengelus punggung tangan Siska. “ Siska aku janji aku gak akan membiarkan kamu seperti ini Siska aku sangat mencintaimu  dan aku gak mau hal seperti ini terjadi lagi dengan mu sayang “ ucap Mike tulus dari dalam hati ia pun meneteskan air matanya dan membasahi jari-jari Siska. " Wake up please Siska wake up semua orang mengkhawatirkan kamu sayang. " Imbuh Mike lagi air mata nya semakin jatuh mengenai jari-jari Siska.  Siska menggerakkan tangannya yang sedang berada dalam genggaman Mike membuat Mike terkejut dan ia ingin segera langsung memanggil Dokter namun Siska menahannya sebentar.  " Mike.... " Lirih Siska. " Ssttt... Jangan bicara apapun dulu Siska aku akan panggil dokter untuk memeriksa keadaan kamu dek " ucap Mike sambil mengelus puncak kepala Siksa dan bergegas keluar untuk memanggil dokter dan memberitahu orang tuanya.  Di Luar  Daddy dan dokter menceritakan semuanya kepada Mama Siska dan mereka pun sudah sepakat akan membawa Siska pergi berlibur ke wisata daerah pantai yang di nilai bisa memberikan ketenangan pada orang-orang yang berkunjung ke sana dengan keindahannya sendiri. Setelah itu Mike pun keluar dan mengatakan Siska sudah sadar.  " Ma,Dad Siska Sudah sadar, Dok Siska sudah sadar Dok " ucap Mike semangat.  " Thank God " Balas Mama dan Daddy nya.  Dokter pun segera masuk keruangan dan memeriksa keadaan Siska. Ketika memeriksa keadaan Siska ia melihat bahwa Siska sudah kembali normal keadaan nya dan tidak separah tadi dokter pun mengatakan kalau Siska sudah bisa pindah ke ruang rawat biasa. Sesuai keputusan keluarganya Siska pun dipindahkan ke ruang rawat VVIP.  Yah iyalah Daddy nya sultan pasti apa aja di berikan buat kebaikan Siska ya gak Readers ? Hehehehe... Di ruang rawat.  Keadaan Siska benar-benar membuat keluarganya benar-benar terpukul apalagi setelah mendengar penjelasan dokter tentang keadaan Siska.  “ Kak Siska jangan sakit lagi , aku gak suka liat kakak sakit “ucap Santi sambil memegang tangan Siska yang masih belum sepenuhnya sadar lagi. “ Daddy sebaiknya Daddy, mama sama Santi pulang saja dulu biar Mike yang jaga Siska “ucap Mike “ Gak apa-apa Mike mama di sini saja jaga Siska lagi pula kamu pasti capek kan “Ucap Lina ( Mama Siska ) menolak . “ Ma gak mungkin kan rumah di tinggal begitu saja, besok pagi mama kan bisa kembali ke sini untuk jaga Siska “ucap Mike. “ Mike benar ma, lagian bukannya Santi juga lagi ada ujian di sekolah ya ? Mama harus istirahat juga jangan sampe mama sakit yang ada Siska makin sedih nanti “ Ucap Raymond ( Daddy ) menenangkan Lina. “ Hmm… yasudah Mike mama titip Siska ya kalau ada apa-apa langsung hubungi Mama ya “ ucap Lina “ Iya Ma, Daddy sama Mama hati-hati ya, kamu juga Santi harus belajar “Ucap Mike sambil mengelus rambut Santi. “ Iya kak Mike “ ucap Santi “ Mike sebelum nya Daddy mau ngomong sama kamu Mike. Mama sama Santi tunggu di mobil saja dulu Daddy mau bicara ke Mike soal tadi " ucap Daddy, Mama dan Santi pun bergegas ke mobil.  " Whats wrong dad ? " tanya Mike sambil berjalan keluar ruangan mengikuti Ayahnya. " Gini Mike tadi Dokter bilang ke Daddy kalau Siska depresi ringan kalau bisa Siska di bawa refreshing agar dia tidak terus menerus memikirikan semua masalahnya yah kita sendiri sudah tau kan masalah apa yang sedang di alami Siska jadi setidaknya kita bisa bantu dia untuk melupakan sejenak pikiran penatnya " " Hmmm... Gimana kalau Mike bawa dia ke Batam aja Dad ? Nanti Mike cari tempat terkenal di Batam dan Mike cari nuansa alam aja Dad pasti bisa buat dia tenang " ucap Mike  " Jadi maksudnya kamu yang mau bawa Siska ? " Tanya Daddy. " Iyah Dad izinkan Mike yang bawa Siska ya Dad selama ini Mike hanya fokus kerja sampai tidak memperhatikan dia Dad " izin Mike kepada Sang Ayah. " Hmm tadinya Daddy mau Family time tapi kalau kamu maunya begitu ya sudah nanti baru kita rencanain lagi Family time nya " Ucap Daddy. " Thank you Dad hehehehe... Ya sudah Daddy pulang lah Mama dan Santi pasti sudah menunggu di mobil...Hati-hati yah Dad " ucap Mike sambil menepuk bahu Sang Ayah.  " Baik lah jaga adik mu baik-baik yah " Ucap Daddy  " Siap laksanakan Bos " ucap Mike sambil mengedipkan mata nya.  Ayahnya pun bergegas meninggalkan Mike dan Mike kembali ke ruang rawat Siska. Ia terus memandangi Siska dengan perasaan bersalah ia sangat menyayangkan karna dirinya tidak sepenuhnya mendampingi Siska di saat keadaannya benar-benar berada di titik terendah. Kesedihan pun tak dapat ia tutupi dari matanya yang mulai berkaca-kaca saat mulai mendekat ke sisi Siska. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN