Hiruk pikuk kafe mulai terdengar. Malam ini tampak begitu ramai. Jason sampai harus ikut turun tangan melayani pelanggan yang datang. Ia bahkan sampai lupa waktu. Pak, kayaknya udah malam banget ini. Enggak biasanya kita nutup jam segini," kata Randy yang sedang membersihkan meja tempat dimana ia meracik kopi. Jason melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul dua belas lewat."Iya, Ran. Enggak tau kenapa, ya...padahal hari biasa." "Mungkin meeting. Ya sudah, Pak. Saya harus pulang. Isteri saya nungguin." Randy memakai tas ranselnya. Jason mengangguk."Hati-hati, Ran." "Iya, Pak." Randy sudah pergi. Tinggallah Jason yang kini duduk termangu. Bukannya langsung pulang, ia justru memilih bermain game. Sampai akhirnya ponselnya berbunyi. Pesan dari Viola yang mengatakan bahwa ia sedan

