Kehangatan malam di sekitar api unggun seolah hanya ilusi belaka. Mentari pagi yang seharusnya membawa semangat baru, justru menyibak tirai prasangka di Desa Terpencil. Setelah berbagi mimpi dan membuka hati, Via merasakan ada benang halus yang menghubungkannya kembali dengan Darwin. Namun, keesokan harinya, benang itu terasa tertarik menjauh, ditarik oleh kekuatan yang tak terlihat, namun terasa begitu nyata. Saat Via melangkahkan kaki keluar dari posko, ia langsung merasakan perubahan atmosfer. Beberapa warga desa yang biasanya menyambutnya dengan senyum cerah, kini menunduk dan mengalihkan pandangan. Sebagian lagi berbisik-bisik di belakangnya, sorot mata mereka menyimpan rasa ingin tahu bercampur penghakiman. "Apa yang terjadi?" gumam Via dalam hati, jantungnya mulai berdegup

