# Dimana??#

422 Kata
Sesampainya Sila dirumah , ayahnya melihat sila membawa sebuah kantong kresek hitam dan langsung bertanya pada sila "Sila, apa yang kau bawa didalam kantong kresek itu sayang " lalu sila pun tergagap menjawab pertanyaan dari ayahnya dan terpaksa berbohong " ehhh ayah i-ini yah, tadi aku abis makan  rujak dirumah ranti dan aku sakit perut jadi kubeli obat yah bohong sila pada sang ayah".  lalu iapun segera pergi ke kamarnya dan langsung menutup pintu kamarnya. Sila mengambil ponselnya dan menekan beberapa nomor telpon yang sering ia buat panggilan hanya untuk bisa tersambung dengan sang kekasih namun kini beberapa nomor tersebut tidak bisa dihubungi. berkali kali bahkan ribuan kali sila mencoba memgubungi nomor itu kembali namun hasilnya nihil. Sila semakin kesal, sedih, kecewa pada dirinya sendiri. pernah juga sila menelpon orangtua sang kekasih namun orangtuanya sendiripun tidak tahu dimana keberadaannya. sungguh ironis sekali hidup sila dan baru sekarang ia merasa menyesal telah memberikan sesuatu yang paling berharga miliknya yang harusnya ia serahkan pada suaminya kelak. Akupun tanpa menunggu lama langsung bergegas menuju dapur dan kubuka lemari es dan kutemukan bahan seadanya saja yaitu sisa udang, cikuwa dan beberapa buah cumi. aku berniat untuk membuatkan rendi tomyam kesukaannnya. setelah selesai masak aku bergegas mandi dan berdandan sambil menunggu rendi pulang. Tak lama kemudian kudengar suara motor datang yang kupastikan kalau itu adalah rendi, segera kuberlari menuju pintu lalu kubuka dan benar ternyata itu rendi. Kusambut ia pulang dengan senyuman dan ciuman hangat, ku peluk lalu kucium bibir merah rendi sekilas dan dibalasnya ciumanku begitu lembut lalu berubah menjadi intens..begitu menuntut kami saling berpagut begitu hot hingga kami berdua terengah engah. kulepaskan ciumanku dan berkata " Sayang, kita makan dulu setelah makan baru kita duel hot dikamar", rendi tersenyum seduktif mendengar omonganku.."Siap nyonya!!! Setelah aku merasa kenyang nanti giliran kamu sayang yang aku lahap hingga juniorku kenyang, bisik rendi padaku. Ya tuhan kenapa rendi berubah jadi pervert begini batinku. Aku menyuruh rendi agar mandi terlebih dahulu dan aku menyiapkan makanannya. setelah siap santap kupanggil rendi tuk segera makan. "Sayaaang, makanan sudah siap, ayo buruan nanti keburu dingin tomyamnya gak enak pekikku dari ruang makan" selang beberapa menit muncullah rendi dari dalam kamarku yang sudah bersih, wangi dan juga terlihat tampan. Kamipun makan bersama, disela sela acara makan malam rendi bertanya padaku " kamu sudah mencari dimana pacar sila berada?? " aku dan sila sudah banyak sekali menghubungi teman, sahabat, kerabat bahkan orangtua pacar sila namun hasilnya nihil sayang" . Kasihan sila kalo pacarnya tidak bisa ditemukan...bagaimana nasib sila dan anak yang sedang ada didalam kandungannya...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN