#Emergency#

536 Kata
Selesai makan aku dan rendi menuju ruang tv bersiap untuk menonton drama korea terbaru , snack dan minuman ringan sudah ada di meja dan mulailah kami fokus menonton dramanya. Kami berdua tetap fokus menonton dramanya dan tiba tiba ponselku berdering. Lalu kuambil diatas meja dan kulihat ternyata mama yang telpon " hallo ma, besok mama jadi pulang kan?? karna rendi besok sudah harus dirumahnya karna rumah rendi kosong. Orang tuanya pergi ke jakarta ada urusan keluarga dan sekalian memberitahukan keluarga besarnya untuk hari pernikahan kami nanti mah cerocosku panjang lebar pada mama. "iya sayang, besok sore mama sudah ada dirumah saat kamu pulang kerja tenang saja", ya sudah mama tutup telponnya sayang, jangan lupa periksa semua pintu dan jendela pastikan sudah terkunci semua bilang pada rendi ya kata mama padaku. "siap ma!! nanti ranti kasih tau rendi dadah mama" . Lalu kulihat rendi tidak menghiraukan pembicaraan aku dan mama ditelpon, dia tetap fokus pada drama koreanya. aku hanya bergeleng geleng kepala saja melihat rendi "ckckckck ada telpon dari calon mertua gak ada responnya nanya kek apa kek". Rendi tidak bergeming sama sekali ia tetap fokus nonton, dan akupun kembali ikut menonton drama korea lagi. Baru beberapa menit aku fokus pada dramanya dan ponselku berbunyi kembali dan kuambil tanpa kulihat siapa yang menelponku "iya mamaku sayang ada apa lagi" cerocosku pada penelponnya. "Ranti, ini tante mamanya sila terdengar isak tangis ditelponku membuatku membeku seketika. yang ada dalam fikiranku ialah sesuatu yang buruk pasti menimpa sila semoga sila tidak melakukan hal bodoh batinku dalam hati. kuberusaha menenangkan mamanya sila agar bisa menjelaskan padaku apa yang terjadi pada sila. "ranti, sila berusaha bunuh diri dengan menyayat nadinya sekarang tante ada di rumah sakit Harapan. sila lagi di igd sedang ditangani dokter, semoga sila baik baik saja kata mama sila padaku. "iya tante, sila pasti akan baik baik saja kok dia gadis yang tangguh dan pantang menyerah pada keadaan terburuk sekalipun. "Ya udah tante aku langsung kesana, tante tunggu aku ya, tante harus kuat karna tante harus bisa menyemangati agar sila tetap tangguh dan segera pulih kembali seperti sedia kala. Tanpa menunggu lama aku dan rendi menuju rumah sakit Harapan tempat sila dirawat. Setibanya disana kulihat sila terbaring lemah di igd dan masih belum siuman. kudekati mamanya sila dan ku peluk seketika tangis mamanya sila pecah yang sedari tadi ia tahan. kutepuk tepuk bahu mamanya sila agar berhenti menangis. "Ranti, kenapa sila bisa berbuat senekat ini dan tante baru diberitahu oleh dokter kalau sila saat ini tengah hamil 1minggu", serasa dunia ini runtuh seketika ranti buat tante..tante ini punya dosa apa dan pada siapa sehingga sila bisa seperti ini dan tangisnya malah berubah menjadi histeris dan seketika mamanya sila pingsan. Dengan sigap kutangkap badan mamanya sila agar tidak jatuh terjerembab ke lantai dibantu oleh rendi dan ditaruh disebelah ranjang anaknya yaitu sila yang saat ini sedang tidak sadarkan diri akibat obat biusnya.Aku merasa panik sekali karna ayah sila masih belum tahu kejadian ini. yup, ayahnya sila sedang bekerja diluar kota dan akan kembali dalam kurun waktu 3 bulan. Kalau ayah sila mengetahui ini semua kuyakin akan menimbulkan sebuah petaka besar dalam keluarga sila. semoga ayahnya sila tidak murka setelah mengetahui apa yang dialami oleh sila, pintaku pada tuhan dalam hati.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN