#Pencarian akan keberadaannya??#

617 Kata
Kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 21.30 , aku dan rendi berpamitan pulang. Disepanjang perjalanan aku dan rendi membahas tentang bagaimana cara agar bisa segera bertemu dengan pacarnya sila dan bisa membantu memberitahukan pada keluarga pacarnya sila bahwa anaknya telah menghamili sila dan meminta pertanggungjawabannya. Sesampainya kami dirumah aku langsung pergi membersihkan diri dan bersiap untuk tidur.semua ritualku sudah selesai yaitu cream malam, handbody, dan penutup mata..baru saja aku terlelap tidur kurasakan ada sepasang tangan yang meremas dadaku yang saat ini aku hanya mengenakan tank top tanpa bra dan celana dalam saja. area dadaku merasa dingin karna sapuan dari ac, saat kubuka penutup mataku ternyata tank topku sudah lenyap entah dimana. kulihat rendi beraksi mencium, menjilat, dan menghisap puncak dadaku seperti bayi yang sedang kehausan membuatku mendesah "akh akh akh ah ah, sayang aku ngantuk main sama juniornya besok malam aja ya pintaku pada rendi karna sangat lelah hari ini". "Satu ronde aja sayang please pinta rendi padaku".   "janji ya cuma satu ronde doang" tegasku pada rendi" diapun melanjutkan aksinya dengan memilin dadaku, meremas,menjilat dan menghisapnya "akh akh akh ah ah ah ah desahanku membuatnya semngat jari jemarinya mulai memasuko milikku dikocoknya kuat membuatku mendesah kuat "akh akh akh ah ah ah saaayaaaang junior masukin aja laaangsuuuungg desahku dan juniorpun mendarat sempurna dengan sekali dorongan "akh, masih sakit juga pekikku pada rendi" dia mulai menggoyangkan pinggulnya dengan tempo lambat "akh akh niiikmatt saaayaaaaanggg desah rendi diapun menambah temponya menjadi cepat dan sangat cepat membuat kami mendesah bersama "akh akh akh akh akh ah ah ah aku mau keluar kata rendi "akh akh akh ah ah aku juga desahku pada rendi..."aku keeeluuuaaarrrr saayaaaaang langsung dicabutnya junior rendi dan memuntahkan cairan bening diatas perutku.dan kamipun tertidur pulas dengan keadaan polos hanya ditutupi selimut saja. Pagi pun datang, sinar matahari pagi memyusup disela sela gorden kamarku yang masih tertutup. akupun bangun dan segera membangunkan rendi agar kami bisa mandi bersama guna mempersingkat waktu karna kamar mandi satu lagi sedang rusak.Ritual mandipun masih saling menggerayangi satu sama lain namun kami segera bergegas karna akan kembali beraktivitas dikantor kami masing masing. rendi mengantarkanku ke kantor lalu diapun pergi menuju kekantornya. Baru saja aku menaruh tasku dimeja ponselku berbunyi kuambil didalam tasku dan kulihat mamanya sila yang menelponku sepagi ini, semoga tidak terjadi hal buruk pada sila doaku dalam hati "halo tante, ada kabar apa tentang sila?? tanyaku "ranti, sila sudah pulang kerumah rawat jalan saja, nanti pulang kerja ranti bisa mampir ke rumah tante gak tanya mama sila padaku "oh, bisa tante nanti sore ranti mampir " dan mamanya sila menutup telponnya. akupun kembali mengerjakan tugasku dikantor. Jam tanganku menunjukkan pukul 16.00 sudah waktunya pulang, tak lama kemudian rendi menelponku "yank, aku udah di depan" kata rendi padaku " yank, nanti kita mampir dulu kerumah sila sebentar ya tadi mamanya sila telpon cerocosku pada rendi. Sesampainya dirumah sila aku dan rendi dipersilahkan duduk dan disajikan makanan ringan oleh mama sila. "Begini ranti dan nak rendi, tante mau minta bantuan kalian berdua bisa tidak?? "bisa tante jawabku dan rendi bersamaan. "Ranti kamu dirumah saja jagain sila dan nak rendi dampingin tante ke rumah pacarnya sila sekarang gimana?? "ya udah tante sekarang kita berangkat". Sesampainya dirumah pacarnya sila ibunya bimo kaget melihat mamanya sila karna keduanya pernah dipertemukan oleh sila dan bimo."Maaf bu, ada perlu apa ya sore sore begini kerumah saya tanya ibunya bimo pada mamanya sila". "Begini ya bu, asal ibu tau ya bimo sudah menghamili anak saya dan sekarang dia ada dimana tanya mama sila dengan nada tinggi pada ibunya bimo" . mamanya bimo mengelak bahwa anaknya tidak salah bahkan tidak terima atas perkataan dari mamanya sila. "Ibu mohon kerjasamanya dimana bimo sekarang kata rendi menengahi perdebatan kedua belah pihak . 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN