Semalaman aku tidak bisa tidur pulas sampai pagi, kuputuskan untuk mandi agar badanku terasa segar dan bisa menghilangkan kantung mataku yang sudah seperti panda. Selesai mandi aku sarapan karena mama dan papa sedang keluar kota jadi aku hanya sarapan roti dan s**u saja. Hari ini aku akan pergi ke rumah rendi siapa tahu dia sudah kembali dan bisa menjelaskan semua ini.Aku segera memesan taxi online dan segera menuju ke rumah rendi dan kulihat masih sama yaitu tidak ada penghuninya. Aku berinisiatif bertanya lagi kepada ibu sebelah rumahnya rendi mungkin dia tahu sesuatu tentang kehidupan pribadi rendi sebelumnya. Kuketuk pintu rumahnya tok tok tok "permisi, apa ada orang....?? "ya siapa ya sahut ibu pemilik rumah ini." eh, si mba yang kemaren tanya soal mas rendi ya??" ternyata ibu itu masih mengingatku "oh, iya benar bu...maaf bu bolehkah saya bertanya tentang tunangannya rendi yang kemaren ibu bilang?? apakah pernah melihat tunangannya rendi seperti apa?! dan pernah main kemari atau tidak cerocosku pada ibu itu.
"Iya mba, tunangan mas rendi pernah main kemari tapi setahu saya mereka sudah tinggal bersama selama 2 tahun setelah bertunangan karena ibu tunangannya mas rendi tinggal di luar negeri katanya mas rendi. orang tua mas rendi juga tahu kok kalau mereka sudah tinggal bersama karena cuma dalam hitungan bulan saja mereka akan menikah." deg...hatiku rasanya seperti dipukul oleh palu besar. bagaikan disambar petir disiang bolong mendengar cerita ibu itu. ternyata aku sudah tertipu mentah mentah oleh rendi. kenapa dia tidak pernah bercerita kalau dia sudah pernah bertunangan bahkan sebentar lagi akan menikah...oh sungguh ini bagaikan kiamat bagiku. lalu bagaimana denganku??? dengan persiapan pernikahan yang sudah mencapai 45 % ?? oh tidaaakkk...rasanya ingin sekali berharap kalau ini semua hanya mimpi buruk saja bukan sebuah kenyataaan. Ini merupakan sebuah misteri yang harus kupecahkan dan cari jalan keluar agar tidak berakhir sia sia.
Tiba tiba ponselku berbunyi dan kulihat itu telpon masuk dari rendi, tanpa basa basi aku langsung jawab dan melempar ribuan pertanyaan kepada rendi tanpa jeda dengan satu tarikan nafasku kulontarkan ribuan pertanyaan yang harus dijawab oleh rendi " kamu dimana sekarang?? kenapa matikan ponsel kamu?? sedang sama siapa kamu?? ada yang ingin kamu sampaikan sesuatu padaku??saya sekarang sedang berada didepan rumah anda?? anda fikir saya ini apa buat anda??? nada bicaraku berubah kaku seperti pada orang yang belum ku kenal "yang, nanti aku jelasin semua sama kamu...aku selesaikan dulu masalahku percaya sama aku yang...aku akan pulang kepada kamu aku akan selamanya sama kamu tapi kasih aku waktu beberapa hari untuk menyelesaikan masalahku dulu. aku janji aku akan tetap menikah dengan kamu ranti. pegang janjiku". belum sempat ku berbicara namun sambungan telponnya sudah diputus oleh rendi. oh tuhan, sebenarnya ada apa ini??? air mataku tumpah tanpa aba aba merasa dibohongi, tertipu, aku adalah manusia terbodoh didunia. kenapa aku tidak bisa konsisten dengan prinsip hidupku yang dulu. kenapa!!! kenapa!!!!