Saat itu juga aku jatuh terkulai didepan ibu itu tetangga sebelah rumahnya rendi. ia kaget melihatku jatuh terkulai dilantai dan bertanya "mba ada apa?? mba kenapa??wajah ibu itu menjadi panik karena melihatku toba tiba berteriak dan menangis histeris, bingung harus melakukan apa agar membuatku tenang dan berhenti menangis karena warga sekitar sudah berkerumun menonton diriku yang berteriak histeris membuat warga sekitar ingin tahu atas apa yang terjadi padaku...tiba tiba penglihatanku menjadi buram dan semua menjadi gelap gulita. Namun masih bisa kudengar suara warga yang sibuk mengangkat tubuhku dan membopongku kedalam rumah ibu septi...tetangga sebelah rumahnya rendi. Ku mencium aroma minyak kayu putih yang menyadarkanku . Ku buka mataku perlahan dan bertanya " dimana aku??apa yang terjadi padaku??
Ibu septi menjawab "mba, tadi jatuh pingsan setelah mba teriak dan menangis histeris setelah menerima telpon tadi. "Kalau boleh ibu tahu sebenarnya mba ini ada hubungan apa sama mas rendi??tanya bu septi padaku" Begini bu, sebenarnya saya sudah bertunangan dengan rendi dan bulan depan kami akan menikah. kami sedang mempersiapkan acaranya...undangan, souvenir, dan lainnya sedang kami persiapkan berdua". Namun beberapa hari kemarin rendi tiba tiba menjelaskan kalau dia tidak visa mengantarjemputku seperti biasanya.Saya kira itu hanya candaan rendi saja karena saya pikir rendi bercanda karena biasanya rendi akan menginap dirumahku. Tetapi saat saya telpon nomornya ternyata tidak aktif makanya beberapa hari yang lalu saya kemari dan bertanya kepada ibu tentang rendi. Dan jujur saja saya terkejut atas penjelasan dari ibu tempo hari yang lalu soal tunangannya rendi yang membuat saya bertanya tanya siapa?? karena sebelum semua ini terjadi beberapa minggu yang lalu rendi mendapatkan telpon masuk dari sebuah privat number hingga ratusan panggilan tak terjawab. Saya belum sempat bertanya kepada rendi mengenai privat number tersebut malah terjadi hal hal seperti ini. Ini sudah diluar dugaan saya bu..jujur saya sangat kecewa dan marah atas sikap rendi pada saya.
Tapi yang saya anehkan adalah kenapa orangtua rendi tidak bercerita mengenai hal ini pada saya bu??sungguh menyakitkan bagi saya, karena saya tahu soal tunangannya rendi dari orang lain bukan dari orang tua rendi sendiri. "Begini mba, setahu saya orangtua rendi itu orang yang jujur kok mungkin saja orangtua mas rendi mau bercerita soal masa lalu mas rendi kepada mba namun tidak diperbolehkan oleh mas rendi sendiri. ini sih menurut pendapat saya ya mba, karena saya tahu karakter ibunya mas rendi itu orang yang sangat amat jujur dan tidak bisa berbohong. "pantas saja setiap kali aku ingin berbicara panjang lebar dengan ibunya rendi selalu saja dihalangi oleh rendi yang selalu beralasan padaku kalau dia tidak bisa lama lama berjauhan denganku padahal kan aku hanya ingin mengobrol lama dengan calon mertuaku batinku dalam hati". ternyata ini alasannya sekarang aku baru paham semua kenapa rendi selalu menciptakan jarak antara aku dan ibunya...ya tuhan kenapa aku begitu naif dan lugu terhadap rendi. Sungguh rasanya dadaku begitu sesaknya hingga sulit untuk bernafas. "Begini saja mba, nanti kalau mas rendi kembali saya akan segera kabari mba nya. kata bu septi padaku "baik bu, terima kasih atas bantuannya" lalu kuberikan nomor telponku pada bu septi. Kemudian akupun berpamitan pulang ke rumah untuk beristirahat dan menenangkan diri dirumah.