Session 2 - Bab 24

1602 Kata

Kepalaku terasa berat. Aku mengerjap-ngerap menyesuaikan dengan sinar yang cukup membuat pupil ini terasa silau. “Astaghfirulloh, di mana ini?” Kuedarkan pandangan ke sekitar. Tembok bercat putih dengan tirai menjuntai berwarna abu-abu sebagai penutupnya pada bagian kanan dan depan. Lalu ranjang ini. Aku meraba tempat tidur ini lalu duduk. Fix ini berada di klinik. Setelah kesadaranku terkumpul, tiba-tiba bayangan yang menakutkan tadi muncul. Tubuh Bang Irfan yang setengah telanj*ng berkelebat lagi, lalu semprotan spray ke wajahnya dan terakhir temannya yang menyemprot ke wajahku. “Duh, kebobolan gak, ya?” Aku memeriksa pakaianku dan terasa longgar di bagian d**a. BH-ku sudah tak ada. Lalu jeansku pun sudah aku kenakan lagi. Kini, aku hanya mengenakan rok longgar entah punya siapa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN