Pov Irfan “Aduh! Lain kali gue males ikut project gak jelas lo lagi, Fan!” Ermin mengaduh ketika aku baru saja selesai membubuhkan alkohol pada sudut bibirnya yang pecah. “Sorry, Bro! Ini ‘kan diluar rencana. Lo juga yang tetiba ngasih ide ngikutin Syfa. Padahal ‘kan rencana awal, gue mau baik-baikin dia dulu, mau ajak maen ke mana, kek.” “Lo bilang dia itu keras kepala dan masa bodo. Kemungkinan gede ditolak ‘kan? Makanya gue kasih ide kayak gitu. Lo nya saja cuma naklukkin cewek satu saja gak becus!” omel Ermin padaku. “Sudah, sudah, yang penting gue sudah transfer. Lo diem saja sih.” “Transfer sih transfer, tapi cowok yang nyerang gue semalam itu ngancam mau lapor polisi.” “Siapa sih dia? Lo pernah lihat mukanya?” “Enggak, gak familiar juga. Cuma awas saja kalau beneran di

