Session 2 - Bab 38

1588 Kata

Pov Zayd “Wah, saya sangat tersanjung, Pak Dion! Kalau begitu saya ikut saja. Di hotel mana, ya, Pak Dion rencananya?” Ayahnya Syfa terlihat antusias. Papi terus menjelaskan dengan gamblang, apa-apa yang sudah kami rencanakan. Sesekali aku melirik wajah cantik dengan mata yang bundar itu, tengah menatap serius pada Papa. Sesekali dia meringis ketika pipinya dicubit oleh tangannya sendiri. Aku menggeleng pelan, dia memang unik dan nyentrik. Kelakuannya yang nyeleneh justru malah menarik perhatian. Aku pun iseng mengirim pesan pada Ainina yang duduk bersisian dengan dia. [Ai, tolong sadarin Asyfa. Kasihan pipinya dari tadi jadi korban.] Pesanku langsung dibaca Ainina setelah ponselnya bergetar. Gawai dia letakkan, lalu adikku tampak mencubit lengan Asyfa. Gadis itu ikut menoleh ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN