Session 2 - Bab 39

1829 Kata

Pertemuan dua keluarga berakhir juga. Kami mengantar keluarga Bang Zayd hingga ke teras. Ainina dan Caca bergantian memelukku, lalu melambaikan tangan. Mereka calon adik yang menyenangkan. Seperginya mereka, Bapak menatap penuh kemarahan pada Mbak Merina. Namun, aku masih melihat sekuat tenaga, dia menahan diri. Suaranya lirih dan terdengar bergetar ketika mengajak putri kesayangannya itu pulang. “Papa duluan saja, aku ada acara lagi sama Reza,” ketus Mbak Merina. Wajahnya tampak sekali kusut dan semrawut. Aku tahu, dia mungkin tertekan karena gak bisa menggagalkan acaraku. “Jangan keluyuran, sudah malam! Pulang, Papa mau bicara!” tukasnya tegas. Lalu ngeloyor pergi gitu saja. Mbak Merina mendengus, lalu melirik ke arahku. Dia berjalan lalu berdiri menjejeriku dan bicara pelan, “Ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN