Session 2 - Bab 40

1548 Kata

“Kalian kenapa, sih? Lagi main india-indiaan?” tanyaku pada lelaki yang wajahnya memang mirip aktor bollywood itu. Reza mengusap wajah, lalu mengulangkan tangan sambil meneruskan larinya mengejar Mbak Merina. Wah seru, nih! Aku sudah hendak mengikuti mereka. Kepo, sebetulnya. Namun suara Bang Zayd terdengar dan membuatku mengurungkan niat. “Asyfa! Mau ke mana?” Aku menoleh, tampak wajah gantengnya Bang Zayd lagi lihatin aku. Tangannya bersedekap di depan d**a membuat bulu-bulu lebat yang tumbuh di tangannya itu terlihat. Niat hati yang tadi mau mengikuti Mbak Merina sama Reza, kalah sama gerak kaki yang refleks banget nyamperin Bang Zayd. Gak kuat lihat bulu-bulu lebat itu berasa pengen, pengen nyabutin maksudnya. “Ya, Bang. Mau ke Abang, kok.” Dia menggeleng, lalu melepas tanganny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN