Session 2 - Bab 42

1562 Kata

“MasyaAllah cantiknya putri Ibu ….” Suara Ibu membuatku yang baru saja selesai dipoles oleh MUA mendongak. Mataku terasa berat karena dipakaikan bulu-bulu jejadian. Jadi pengantin itu, entah kenapa begitu merepotkan. Sejak shubuh sudah bangun. Masih dingin padahal harus sudah mandi. Lalu ini mukaku dipoles entah dengan berapa lapis dempulan. Alhasil setelah beberapa jam baru selesai. Memang sih, hasilnya memukau. “Ayo, Fa. Sudah ditunggu di meja akad.” Suara Ibu lagi setelah penata rias menyelesaikan sematan peniti pada kerudung yang membalut kepalaku. Meskipun hari-hari, aku belum pakai kerudung. Namun, permintaan Mami Ayu, pada acara akad dan resepsi aku harus tertutup. Yang ditutup itu, lebih ekslusif katanya. Jadi malu. Langkahku yang hendak menuju meja akad tersendat. Sepasang m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN