Session 2 - Bab 43

1549 Kata

“Maafin ya, Bang! Sobatku memang kadang rada-rada,” tukasku sambil nyengir kuda dan menggaruk kepala. “Gak masalah, Papi sama Mami gak pemilih juga jenis musik. Dangdut, oke juga.” Syukurlah, aku merasa lega. Hanya saja, tetap saja sobat durhaka tuh Rita. Lagu yang dibawakannya itu loh, gak pas momennya. Obrolan kami terganggu ketika tampak seorang perempuan dengan gaun panjang yang belahannya sampai p*ha berjalan melenggang. Dia datang sendirian. Wajahnya tampak glowing terawat dengan polesan make up yang memukau. Rambutnya sepunggung digerai. Bang Zayd tampak membuang napas kasar ketika perempuan itu sudah mendekat. Dia masih menyalami Mami Ayu dan tampak mereka pun sudah saling kenal. Aku, melihat tatapan perempuan itu, entah kenapa jadi ingat pada tatapannya Mbak Merlina. Tatap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN