Prediksi Saira bahwa Gibran akan segera sembuh, ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Sudah satu bulan sejak Gibran pulang dari rumah sakit dan selalu menelepon Saira tiap malam untuk sekedar mengobrol dan melepas rindu. Namun, belum juga Gibran bilang ia sudah sembuh total dan bisa berjalan normal. “Saya masih pakai tongkat, Sar,” kata Gibran suatu hari di telepon. Saira yang tidak begitu mengerti berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kesembuhan tulang yang patah, tidak bisa berkata apa-apa ataupun memberi komentar. Ia hanya berakhir dengan mendoakan Gibran agar ia cepat sembuh, atau menenangkan pacarnya tersebut agar tidak terus sedih karena sakitnya. Untungnya Gibran bukanlah orang yang mudah menyerah dan larut dalam kesedihan. Seringkali ia yang menenangkan Saira saat Saira k

