Tidak perlu waktu lama bagi Adnan untuk sampai di rumah Saira. jarak rumah mereka tidak terlalu jauh, dan jika naik bis, hanya perlu waktu lima belas sampai setengah jam untuk sampai. Dan beruntung, Adnan membawa motornya, sehingga hanya perlu waktu lima belas menit untuk ia sampai di rumah Saira. “Sar, ada yang dateng tuh,” kata Fatih dengan teriakannya yang khas. Ia sedang sibuk dengan laptopnya di meja makan sambil melahap cemilan yang dibuatkan bunda sebelum bunda pergi. “Iya,” jawab Saira dari dalam kamar. Saira mengambil topi hitam sebagai sentuhan terakhir dan keluar dari kamar. Ia kaget melihat Fatih masih santai duduk di atas meja tanpa membiarkan tamunya masuk. Ia geleng-geleng kepala. Pantes Aliyyah gak mau, gerutu Saira dalam hari. “Mau jalan sekarang?” tanya Adnan begitu

