Namaku Cecilia Atlica. Ketika umurku delapan tahun, aku memelihara seekor anjing berbulu putih nan tebal. Aku sangat menyayanginya karena anjing itu adalah hadiah dari ayahku, tapi suatu hari anjing putihku sakit. Aku menangis semalaman, kakak berusaha menenangkan ku tapi tak berhasil. Lalu kakak mencoba menghubungi ayah dan ibu, tapi mereka tak mengangkat telepon kami. Pasti mereka tengah sibuk dengan jadwal operasi mereka, ya mereka adalah dokter bedah ternama. Kami berdua sudah terbiasa ditinggalkan bersama para pelayan dan pengawal. Sedangkan kakak tidak senang berdekatan dengan orang asing, jadi kakak selalu membuatku menjaga jarak dengan orang lain selain keluarga dekat kami. Tidak ada yang bisa dimintai tolong. Maka dari itu, kakak mengajakku ke ruang kerja ayah untuk menye

