Riri meringis, ia baru saja bangun dari tidur terpaksanya. Ia mencoba menyentuh matanya yang terasa ditutupi sesuatu, tapi sulit. Tangannya terikat di belakang punggungnya. Akhirnya Riri hanya bisa berdiam diri dalam ketidak berdayaannya. Sejak pertama kali Riri membuka mata setelah insiden penculikan itu, Riri sadar bahwa Riri tengah dalam kondisi yang buruk. Riri hanya bisa menerka-nerka dimana dan siapa yang telah menculiknya. Orang yang pertama Riri kira sebagai dalang penculikan ini adalah Cecil. Wanita ular itu sempat menjadi tokoh antagonis dalam benak Riri, tokoh yang menjadi dalang dari kesengsaraannya kali ini. "Aw!" Riri memekik ketika luka dipelipisnya terasa disentuh oleh sesuatu yang dingin tetapi menjadi perih di akhirnya. "Cup cup sayang tahan sebentar ya

