Terlambat!

2308 Kata

Keesokan harinya Riri dan bayi-bayinya dipindahkan ke kamar lain yang telah Fathan siapkan. Kamar yang ditempati Riri masih bernuansa putih, namun kamar itu memiliki sekat dinding kaca yang menghubungkan dengan kamar lain yang ditempati bayi-bayi Riri. Fathan tengah asik memainkan pipi sang bayi bontot, mencoba mengganggu tidur sang bayi yang memang jam tidurnya lebih banyak. Rengekan ke luar dari bayi perempuan itu, tangannya mengepal dan menggapai-gapai seseorang yang mengganggu tidurnya itu. Fathan terkekeh karena tingkah Princess kesayangannya itu. Princess adalah nama yang Fathan berikan pada bayi perempuan itu. Satu detik kemudian, tangis kencang Princess pecah. Fathan bukannya panik malah tertawa senang, karena berhasil membangunkan kegiatan merajut mimpi Princess. Suster yang ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN