Kenyataan Pahit

1973 Kata

Farrell jatuh berlutut. Dadanya sesak. Seakan dunia runtuh dan menimpa dirinya. Farrell menjerit, meluapkan sesak yang semakin menghimpit dadanya. Kenyataan yang baru saja ia dengar bagai  putusan hukuman mati bagi Farrell, mungkin mati lebih baik dari pada apa yang baru saja ia dengar dari pria bernama Zico itu. Farrell memejamkan matanya, tangannya terulur menggenggam pinggiran ranjang yang berada tidak jauh darinya. Tangisnya sama sekali tidak berhenti malah makin kencang saat mengingat apa yang telah ia dengar dari Zico.     "Kenapa? Apakah kautakut terlambat?" tanya Zico. "Jika itu yang kautakutkan, kaumemang telah benar-benar terlambat Farrell. Benar-benar terlambat." Zico tersenyum penuh misteri. Farrell menghempaskan tangan Zico yang masih bertengger manis di bahunya. Lalu me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN