BAB 31

1038 Kata

"Na, kayaknya aku ganggu ya?" tanya Raya melihat wajah Nafla yang tampak enggan ketika menatapnya. "Ya udah, aku balik ke bangku." Raya tersenyum tipis padahal niatnya ialah ingin memperkenalkan Nafla pada sosok ayahnya. Namun, jika sudah begini Raya tidak bisa memaksa. Mungkin lain kali dia akan memperkenalkan ayahnya yang pernah ia ceritakan pada Nafla. "Aku duluan yaa," gumamnya sebelum melirik Asgaf yang masih diam menatapnya. "Saya permisi dulu, Pak." Dan setelah Raya berbalik memunggunginya dan bergerak menjauh, Nafla segera menggenggam erat tangan Asgaf dan bergumam, "Mas, kita pulang," pintanya nyaris tak bersuara. "Please...," lanjutnya dengan mata nanar yang siap menangis. Asgaf mengangguk dan mencoba mengajak Caca pulang. Lagipula, tidak mungkin ia memaksa istrinya untuk tetap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN