BAB 29

925 Kata

Nafla melangkahkan kakinya kembali ke kamarnya yang mana dulu ia tempati seorang diri sebelum menikah. Setelah mengantar ibunya ke kamar, Nafla segera beranjak dan berjalan ke lantai atas. Namun, matanya sekilas melirik sang kakak yang terlihat duduk di dapur seorang diri. Nafla memilih mendekat. "Kak," gumamnya pelan sehingga terlihat jelas bahwa Rena dengan gugup menghapus air matanya yang mengalir deras. "Kakak nggak pa-pa?" tanyanya pelan sambil memilih duduk tepat di depan sang kakak. Sejujurnya, ucapan Caca membuat Rena merasa semakin sedih dan bersalah. Ia benar-benar menyesal karena sudah melepaskan mantan suaminya yang justru kini menjadi iparnya. Ia menatap Nafla lekat-lekat lalu tersenyum miris untuk dirinya sendiri. "Kamu beruntung, Na," gumaman Rena tiba-tiba membuat Nafla

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN